
Pasangan Suami Istri Ditemukan Tewas di Rumahnya
Pasangan suami istri (pasutri) ditemukan meninggal di dalam rumahnya di Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Selasa (27/7/2025). Korban yang bernama Ari (40) dan Iin Handayani (35) ditemukan tewas di tempat berbeda.
Menurut keterangan seorang saksi mata, Sarmat (50), korban Iin ditemukan di kamar tengah dengan kondisi luka tusuk di dada, perut, paha, dan tangan. Sedangkan Ari ditemukan di kamar belakang dengan posisi tergantung di kayu kerangka rumah. Sarmat mengatakan bahwa jenazah pasutri tersebut ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB.
Diduga, Iin tewas di tangan suaminya sendiri, lalu Ari mengakhiri hidupnya setelah membunuh istri. Sarmat, yang merupakan paman Iin, mengungkapkan sifat Ari sehari-hari. Menurutnya, Ari di kalangan masyarakat sekitar terkenal tertutup. Bahkan, Ari juga dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul dengan tetangga.
"Memang, Ari ini orangnya tertutup. Bahkan tidak pernah sama sekali kumpul atau hanya sekadar menyapa tetangga," ujarnya. Tetangga hingga saudara korban tak mengetahui pekerjaan Ari. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Ari bekerja di proyek, namun tidak diketahui pasti di mana proyek tersebut berada. Ia juga sepertinya jarang di rumah.
Karena sifatnya yang tertutup, tidak ada yang tahu jika Ari sudah pulang dan ada di rumah. Sarmat mengaku sempat bertemu Iin pada pagi hari sebelum korban ditemukan tewas. "Hampir setiap pagi ketemu, saat mengantar kedua anaknya ke sekolah. Dan tadi pagi ini juga ketemu, cuma enggak omong-omongan dan hanya sekadar menyapa saja," tambahnya.
Terjadi Cekcok Sebelum Kejadian
Menurut Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Mochammad Nur, sebelum ditemukan meninggal dunia, warga sempat mendengar keduanya cekcok pada malam harinya. "Itu malamnya masih terdengar suara cekcok antara pasutri ini," ujarnya. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.
Selain tetangga, anak dan orang tua korban diperiksa sebagai saksi. "Masih kita dalami kronologis detailnya, lebih lengkap nanti kita sampaikan. Saat ini masih proses penyidikan," jelasnya.
Kronologi Penemuan Jasad Pasutri
AKP Nur menceritakan, jasad pasutri ini awalnya ditemukan oleh Kasum, ayah Iin, yang mendengar ada suara rintihan dari dalam kamar pada pukul 08.30 WIB. Kasum langsung mencari sumber suara tersebut. Betapa kagetnya ia ketika melihat kondisi Iin sudah tertutup selimut dan bersimbah darah. Ia langsung meminta bantuan warga setelah melihat kondisi anaknya untuk mencari keberadaan Ari, suami Iin.
Ternyata, Ari ditemukan tewas dalam keadaan menggantung di kamar yang lain. "Korban Iin ditemukan berlumuran darah dengan lima luka tusukan di bagian antara lain di bagian kaki dan badan," ujar AKP Nur. Iin sempat dilarikan ke rumah sakit, namun korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
Peringatan dan Layanan Kesehatan Jiwa
Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan mengakhiri hidup. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan mengakhiri hidup, disarankan untuk segera bercerita, konsultasi, atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau layanan konseling, pembaca bisa menghubungi Nomor darurat 119. Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:
- RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565
- RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025, 8320467
- RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841
- RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601
- RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444