Kapan Manusia Mulai Makan Telur? Jejak Arkeolog Terungkap

Kapan Manusia Mulai Makan Telur? Jejak Arkeolog Terungkap

Featured Image

Penemuan Arkeolog Menunjukkan Awal Mula Pemeliharaan Ayam di Asia Tengah

Para arkeolog telah menemukan bukti bahwa manusia di Asia Tengah mulai memelihara ayam purba untuk diambil telurnya sejak tahun 400 sebelum Masehi (SM). Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai asal-usul kecintaan manusia terhadap telur ayam. Diketahui bahwa pasokan telur yang stabil membuat ayam menjadi hewan yang sangat diminati di berbagai belahan dunia kuno.

Sebelumnya, para ilmuwan sudah tahu bahwa ayam modern berasal dari spesies burung liar bernama red junglefowl. Namun, masih ada perdebatan sengit tentang kapan dan bagaimana tepatnya ayam mulai didomestikasi. Hal ini karena tulang burung yang rapuh dan cangkang telur yang mudah pecah sulit bertahan dalam kondisi alami. Selain itu, ilmuwan sering kali salah mengidentifikasi sisa-sisa burung lain yang ukurannya mirip seperti burung pegar atau angsa sebagai ayam.

Cangkang Telur di Jalur Sutra

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada tahun 2024 menunjukkan bahwa metode analisis genetik yang lebih mutakhir mulai mampu menjawab pertanyaan lama tentang awal mula keberadaan ayam. Tim peneliti internasional menganalisis pecahan cangkang telur dari 12 situs arkeologi yang diperkirakan berasal dari sekitar 1.500 tahun lalu. Situs-situs tersebut tersebar di sepanjang bekas Jalur Sutra, yang merupakan jaringan rute perdagangan yang melintasi Asia hingga Eropa.

Meskipun Jalur Sutra dikenal sebagai jalur perdagangan sutra dari Tiongkok, para peneliti menemukan banyak pecahan cangkang telur di sana. Ini menunjukkan bahwa telur ayam juga menjadi komoditas bernilai tinggi di wilayah tersebut. Mereka juga menemukan bukti bahwa ayam pada masa itu bertelur lebih sering dibandingkan ayam hutan merah biasanya. Hal ini bisa berarti bahwa ayam kuno tersebut tidak lagi bergantung pada musim tertentu untuk bertelur.

Bukti Paling Awal Hilangnya Pola Bertelur Musiman

Robert Spengler, penulis utama sekaligus peneliti di Max Planck Institute of Geoanthropology, menyatakan bahwa temuan ini adalah bukti paling awal hilangnya pola bertelur musiman dalam catatan arkeologi. “Ini adalah bukti paling awal tentang hilangnya pola bertelur musiman yang pernah ditemukan dalam catatan arkeologi,” ujarnya.

Periode Pelihara Ayam antara 400 SM hingga 1000 Masehi

Berdasarkan seluruh temuan dari situs-situs tersebut, para penulis memperkirakan bahwa masyarakat di Asia Tengah mulai secara luas memelihara ayam untuk diambil telurnya pada periode antara 400 SM hingga 1000 Masehi. Melimpahnya telur ayam menjadikan hewan ini semakin populer dan membuka jalan bagi proses domestikasi.

Namun, masih banyak hal yang belum diketahui mengenai proses domestikasi ayam. Beberapa studi memperkirakan bahwa proses ini dimulai sekitar 10.000 tahun lalu, sementara yang lain menyebutkan angka sekitar 5.400 tahun lalu. Penelitian terbaru bahkan mengindikasikan adanya beberapa peristiwa domestikasi terpisah di kawasan Asia Tenggara dan India, yang mungkin melibatkan spesies burung lain selain ayam hutan merah.

Pentingnya Temuan Ini

Setidaknya, para peneliti percaya bahwa temuan mereka membawa kita lebih dekat untuk memahami bagaimana ayam menjadi bagian penting dari peradaban manusia. “Ini adalah petunjuk penting untuk memahami lebih dalam hubungan timbal balik antara manusia dan hewan yang akhirnya menghasilkan domestikasi,” kata Spengler.

Post a Comment

Previous Post Next Post