Brigjen TNI Frega Ferdinand Tanggapi Permintaan Satria Eks Marinir TNI AL Pulang

Brigjen TNI Frega Ferdinand Tanggapi Permintaan Satria Eks Marinir TNI AL Pulang

Kepala Biro Informasi Pertahanan Mengungkap Penjelasan Terkait Kembalinya Satria Arta Kumbara ke Indonesia

Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), memberikan tanggapan terkait keinginan Satria Arta Kumbara untuk kembali ke Indonesia setelah menjadi tentara bayaran Rusia. Satria, yang sebelumnya merupakan anggota TNI aktif, memutuskan untuk bergabung dengan militer asing karena alasan ekonomi.

Meskipun gaji yang diberikan oleh pihak Rusia cukup besar, Satria mengungkapkan bahwa ia lebih memprioritaskan status kewarganegaraannya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Ia bahkan secara langsung memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar dapat kembali ke tanah air.

Satria mengaku tidak mengetahui bahwa tindakannya bergabung dengan militer asing akan berdampak pada pencabutan status kewarganegaraannya. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan permintaan maaf atas ketidaktahuannya dan berharap bisa kembali ke Indonesia.

“Mohon izin Bapak. Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila ketidaktahuan saya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keputusan untuk bergabung dengan militer asing bukanlah tindakan pengkhianatan terhadap negara. Tujuannya hanya untuk mencari nafkah. “Saya niatkan datang ke sini (Rusia) hanya untuk mencari nafkah. Wakafa Billahi, cukuplah Allah sebagai saksi,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang menyatakan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo. Ia menjelaskan bahwa saat ini Satria sudah tidak lagi menjadi prajurit TNI aktif dan Kemhan telah menyerahkan komunikasi dengan yang bersangkutan kepada Kementerian Luar Negeri.

“Dan dia kan statusnya sudah bukan lagi aktif sebagai prajurit TNI, kita ikut arahan pimpinan saja karena saat ini kan aktivitasnya terlibat dalam konflik antara Rusia dan Ukraina,” kata Frega.

Lebih lanjut, Frega menekankan bahwa pemerintah tidak ingin ada warga negara Indonesia lainnya yang mengikuti jejak Satria. Ia memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap tawaran serupa dari luar negeri.

“Kita tidak berharap hal ini terulang di masa depan sehingga masyarakat harus berhati-hati apabila ada tawaran-tawaran serupa,” jelasnya.

Profil Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang

Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang lahir pada 5 April 1977. Ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1998 dan menjadi orang ke-11 di angkatannya yang menyandang pangkat bintang satu.

Frega pernah menjabat beberapa posisi penting dalam TNI, termasuk sebagai Karo Humas Setjen Kemhan. Ia juga pernah bertugas sebagai Dandim 0502 Jakarta Utara, Kabaglat Rindam Jaya Kodam Jayakarta, serta Perwira Pembantu Utama (Paban) VI/Kermalat Non ASEAN Slatad.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Biro Humas Setjen Kemhan RI, Frega juga pernah menjadi dosen tetap di Universitas Pertahanan (Unhan) dan mendapat tugas sebagai Komandan Satgas Super Garuda Shield 2024. Selain itu, ia pernah diperbantukan sebagai Staf Penasehat Militer di Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York, Amerika Serikat.

Frega resmi pecah bintang pada Jumat (6/12/2024) dengan upacara kenaikan pangkat yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Kenaikan pangkat ini berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/2662/XI/2024 tanggal 29 November 2024.

Selain itu, Frega juga pernah menjabat sebagai Wadan Den 3 Grup A Paspampres, Danyonif Para Raider 330/TD, Kaspri Pangkostrad, Wakapen Kostrad, dan Koorspri Kasad. Jabatan terakhirnya sebelum menjabat sebagai Kepala Biro Humas Setjen Kemhan RI adalah Paban VI/Kermalat Non ASEAN Slatad.

Post a Comment

Previous Post Next Post