Akhir Tragis Caleg Gagal Meski Sudah Damai dengan Guru Zuhdi, Rekam Jejak Ikut Dikuliti

Akhir Tragis Caleg Gagal Meski Sudah Damai dengan Guru Zuhdi, Rekam Jejak Ikut Dikuliti

Featured Image

Nasib Siti Mualimah Setelah Berdamai dengan Guru Madrasah Diniyah

Akhirnya, kasus yang melibatkan Siti Mualimah dan guru madrasah diniyah (madin) bernama Ahmad Zuhdi menemui titik terang. Kini, Siti Mualimah mengalami ketakutan setelah rekam jejaknya mulai dikuliti. Peristiwa ini berawal dari tuntutan uang damai sebesar Rp25 juta yang diajukan oleh Siti Mualimah kepada guru tersebut.

Peristiwa itu bermula saat anak Siti Mualimah, yang merupakan murid di kelas 5 madin, melemparkan sandal ke arah kepala guru Zuhdi. Hal ini memicu respons emosional dari sang guru, yang akhirnya menampar siswa tersebut. Meski awalnya ingin diselesaikan secara kekeluargaan, Siti Mualimah akhirnya memutuskan untuk menuntut ganti rugi sebesar Rp25 juta.

Guru Zuhdi, yang telah mengabdi selama tiga dekade, tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut. Ia hanya menerima honor sebesar Rp450 ribu setiap empat bulan. Namun, ia tetap berusaha memenuhi permintaan Siti Mualimah dengan menjual sepeda motornya, meminjam uang, dan dibantu oleh rekan-rekan sesama guru hingga berhasil mengumpulkan sebesar Rp12,5 juta.

Namun, tekanan justru berbalik kepada Siti Mualimah setelah kasus tersebut menyebar luas dan mendapatkan simpati publik. Warganet mulai menggali latar belakang Siti Mualimah, termasuk fakta bahwa ia adalah mantan calon anggota DPRD Demak yang gagal meraih kursi dalam Pemilu 2024 karena hanya memperoleh 36 suara. Kondisi ini membuat Siti Mualimah diduga mengalami tekanan psikologis.

Pada akhirnya, Siti Mualimah bersama keluarganya mendatangi kediaman Zuhdi untuk menyampaikan permintaan maaf dan mengembalikan uang damai sebesar Rp12,5 juta. Namun, Zuhdi menolak pengembalian uang tersebut. Ia mengaku sudah mengikhlaskan semuanya, bahkan sebelum permintaan maaf disampaikan.

"Saya ikhlas apa yang sudah terjadi. Uang itu tidak perlu dikembalikan," ujar Zuhdi yang juga dikenal sebagai seorang Kyai. Kepala Desa Cangkring B, Zamharir, yang turut menyaksikan pertemuan tersebut mengatakan, Zuhdi sudah memaafkan perbuatan wali murid itu sepenuh hati.

Kasus ini telah memantik simpati luas dari masyarakat. Banyak pihak memberikan bantuan kepada Zuhdi, termasuk ulama kondang Gus Miftah yang menghadiahinya uang tunai, sepeda motor, dan kesempatan menunaikan ibadah umroh.

Sosok Siti Mualimah yang Viral

Siti Mualimah, wali murid yang minta uang damai Rp25 juta ke guru madrasah diniyah (madin) alias guru ngaji, ternyata memiliki latar belakang yang cukup menarik. Ia lahir di Demak pada 6 Mei 1988 silam dan kini telah berusia 37 tahun. Siti Mualimah sempat menjadi calon legislatif (caleg) gagal di Pileg 2024 lalu. Ia maju lewat partai Perindo dan bertarung di daerah pemilihan Demak 3.

Motivasi ibu satu orang anak ini menjadi anggota DPRD Demak karena ingin belajar mengemban amanah dari masyarakat. Sayangnya, nasib baik belum berpihak ke Siti Mualimah. Ia gagal jadi wakil rakyat karena hanya mengantongi 36 suara sah.

Peristiwa penuntutan uang damai itu terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Siti Mualimah menjadi viral setelah dituding minta uang damai ke Zuhdi. Anak Siti ditampar oleh guru Zuhdi pada April 2025 lalu. Guru Zuhdi menampar muridnya berinisial D, anak dari Siti Mualimah, bukan tanpa alasan. Semua bermula saat tiba-tiba Zuhdi dihantam sandal oleh siswa kelas enam tersebut.

Video Viral dan Respons Publik

Masalah ini terungkap dari video viral yang diunggah sejumlah akun Instagram, seperti @fakta.indo, pada Sabtu (19/7/2025) kemarin. Pada awal rekaman terlihat Guru Zuhdi dan Siti Mualimah tampak mendatangi secarik surat bermaterai. Berdasarkan narasi yang beredar, disebutkan Siti Mualimah menuntut Guru Zuhdi agar membayar uang Rp25 juta, sebagai bentuk ganti rugi karena anaknya sudah ditampar.

Guru Zuhdi kemudian terpaksa menjual motornya agar bisa memberikan uang kepada Siti Mualimah. Ia baru bisa memberikan uang Rp12,5 juta. Hingga Minggu (20/7/2025), video tersebut sudah ditonton lebih dari ratusan ribu kali. Warganet membanjiri kolom komentar dengan berbagai responsnya. Tidak sedikit ikut merasa iba dengan kondisi yang dialami Guru Zuhdi.

Mediasi dan Pengembalian Uang

Pada akhirnya, mediasi antara Guru Zuhdi dan Siti Mualimah berujung damai. Pihak Siti Mualimah juga telah mengembalikan uang kepada Guru Zuhdi. Siti Mualimah Mengaku Ketakutan. Paman D, Sutopo membenarkan Siti Mualimah sudah mendatangi rumah Guru Zuhdi di Desa Jatirejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, pada Sabtu (19/7/2025). Ia menyebut, Guru Zuhdi sudah memberikan maaf kepada keponakannya dan sang ibu.

“Tujuan kami ke sini minta maaf. Kedua, mau kembalikan uang Rp12,5 juta,” ucap Sutopo. Sutopo melanjutkan, kondisi Siti Mualimah dilanda ketakutan karena masalah dengan Guru Zuhdi viral lewat media sosial. “Namanya orang perempuan, takut, apalagi diviralkan.” “Tapi, niat kami ke sini ikhlas, minta maaf pada Pak Zuhdi,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jateng Turun Tangan

Kabar yang menimpa Guru Zuhdi sudah terdengar hingga ke telinga Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin. Ia langsung berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk memberikan edukasi dan perlindungan. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini menyatakan, guru memang bukan sosok yang sempurna. Namun, menegur untuk membimbing adalah bagian dari tanggung jawab mereka.

“Kalau permasalahan kecil dibesarkan, akhirnya anak yang jadi korban. Kasus ini bahkan sempat viral. Anak jadi takut sekolah, guru tertekan, dan nama lembaga pendidikan ikut tercoreng,” ujarnya. Gus Yasin juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam pendidikan karakter anak. Dia menekankan, parenting adalah kerja sama antara orang tua dan sekolah, bukan saling menyalahkan. “Menurunkan ego, saling memaafkan, dan kembali memusatkan perhatian pada misi utama pendidikan, yakni membentuk anak-anak yang beradab dan bermanfaat,” tutupnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post